Konsekwensinya adalah pada bangunan dimana kekakuan lateralnya cukup besar akan mengalami percepatan lantai yang besar, sedangkan pada bangunan fleksibel akan mengalami perpindahan lateral yang cukup besar. Kemudian metode yang kedua yaitu dengan pendekatan teknologi dengan menambahkan alat-alat seismic devices ke struktur. Pada tugas akhir ini dibahas alat seismic devices, yaitu fluid viscous damper.
Tujuannya adalah membandingkan struktur yang menggunakan fluid viscous damper dan yang tidak menggunakan fluid viscous damper (konvensional). Di dalam tugas akhir ini, struktur bangunan yang dimodelkan adalah gedung perkantoran 12 lantai yang terletak di Indonesia. Struktur bangunan tersebut dimodelkan dengan bantuan program SAP V10.0.1. Kemudian beban gempa direncanakan dengan analisa non-linier, yaitu gempa El-centro N-S yang direkam pada tanggal 15 mei 1940 di California.
Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa struktur yang menggunakan fluid viscous damper mampu mereduksi displacement, momen, gaya lintang, dan gaya normal. Dan bangunan yang tidak menggunakan fluid viscous damper tidak memenuhi syarat kinerja batas layan dan batas ultimit yang telah ditentukan.
Panduan DOWNLOAD Kumpulan Skripsi super lengkap mulai dari cover, halaman pendahuluan, BAB I s.d BAB VI, penutup, lampiran, sampai daftar pustaka dan lampiran. Skripsi TA Arsitektur Analisis Fluid Viscous Damper Pada Bangunan Dua Belas Lantai Akibat Gaya Gempa.






0 komentar:
Posting Komentar