x

Skripsi TA Arsitektur ANALISIS TINGKAT AKSESIBILITAS DENGAN ANGKUTAN UMUM REGULER DI KOTA SEMARANG

Contoh Proposal, Laporan Perancangan Arsitektur dan Skripsi Arsitektur – Skripsi TA Arsitektur ANALISIS TINGKAT AKSESIBILITAS DENGAN ANGKUTAN UMUM REGULER DI KOTA SEMARANG. Salah satu cam untuk mengetahui kinerja sistem angkutan umum di suatu daerah adalah dengan mengukur aksesibilitasnya. Penelitian ini mempelajari karakteristik aksesibilitas jaringan rute angkutan umum reguler dari setiap zona di daerah penelitian dimana daerah penelitian merupakan sebagian dari wilayah kota Semarang yang dibagi menjadi 14 buah zona yang terdiri dari 2 buah zona CBD dan 12 buah zona internal. Data primer yang digunakan adalah waktu perjalanan dari setiap pusat zona menggunakan moda angkutan umum dengan tujuan ke setiap centroid grid di daerah penelitian. Adapun waktu perjalanan terdiri dari Waktu Tunggu Angkutan Umum, Waktu Berada di Dalam Kendaraan , Waktu Pergantian Moda, Waktu Berjalan Kaki Ke Tempat Tujuan yang masing — masing didapatkan melalui pengamatan Waktu Tempuh dan Frekuensi Kendaraan .

Data Sekunder yang digunakan adalah distribusi permintaan perjalanan dengan angkutan umum terbaru. Waktu tunggu rata — rata terendah ( terbaik ) terjadi pada perjalanan dari zona 6 ( Kalisari ) 1,39 menit tertinggi ( terburuk ) yaitu terjadi pada perjalanan dari zona 14 ( PRPP) 4,07 menit. Waktu berada di dalam kendaraan terendah -( terbaik ) terjadi pada perjalanan dari zona 2 ( Simpang Lima ) 13,3 menit, tertinggi ( terlama ) terjadi pada perjalanan dari zona 11( Kaliwiru ) 28,4 menit. waktu pergantian Moda rata — rata terendah terjadi pada perjalanan dari zona 1 ( Pasar Johar ) 0,15 menit, tertinggi ( terburuk ) terjadi pada perjalanan dari zona 8 ( Tanah Mas ) 1,32 menit Waktu Berjalan Kaki Ke Tempat Tujuan Tertinggi ( terburuk ) terjadi pada perjalanan menuju zona 14 ( PRPP ) ,terendah ( terbaik )terjadi pada perjalanan menuju zona 1 ( Pasar Johar ). Total Waktu Perjalanan Rata — Rata Dengan Angkutan Umum Terendah -( terbaik ) terjadi pada perjalanan dari zona 7 ( Tugu Muda ) 19,35 menit , Tertinggi ( terburuk ) terjadi pada perjalanan dari zona 8 ( Tanah Mas ) 36,65 menit. Meskipun demikian tingkat aksesibilitas masing — masing zona sangat dipengaruhi oleh besarnya bangkitan perjalanan dari setiap zona sehingga zona dengan jumlah bangkitan perjalanan tinggi akan mempunyai indek aksesibilitas yang tinggi pula. Dad basil analisis , zona 13 ( Kali Banteng ) mcmpunyai indeks aksesibilitas tertinggi 14164,68 sedangkan zona 14 ( PRPP ) mempunyai indek aksesibilitas terburuk. Indek aksesibilitas rata — rata daerah didaerah pone! itian adalah 6767,3.

Panduan DOWNLOAD Kumpulan Skripsi super lengkap mulai dari cover, halaman pendahuluan, BAB I s.d BAB VI, penutup, lampiran, sampai daftar pustaka dan lampiran. Skripsi TA Arsitektur ANALISIS TINGKAT AKSESIBILITAS DENGAN ANGKUTAN UMUM REGULER DI KOTA SEMARANG.

0 komentar:

Posting Komentar


Download Kumpulan Skripsi Lengkap

Home - About - Order - Testimonial
Copyright © 2010 Skripsi Arsitektur Lengkap All Rights Reserved.