Data Sekunder yang digunakan adalah distribusi permintaan perjalanan dengan angkutan umum terbaru. Waktu tunggu rata — rata terendah ( terbaik ) terjadi pada perjalanan dari zona 6 ( Kalisari ) 1,39 menit tertinggi ( terburuk ) yaitu terjadi pada perjalanan dari zona 14 ( PRPP) 4,07 menit. Waktu berada di dalam kendaraan terendah -( terbaik ) terjadi pada perjalanan dari zona 2 ( Simpang Lima ) 13,3 menit, tertinggi ( terlama ) terjadi pada perjalanan dari zona 11( Kaliwiru ) 28,4 menit. waktu pergantian Moda rata — rata terendah terjadi pada perjalanan dari zona 1 ( Pasar Johar ) 0,15 menit, tertinggi ( terburuk ) terjadi pada perjalanan dari zona 8 ( Tanah Mas ) 1,32 menit Waktu Berjalan Kaki Ke Tempat Tujuan Tertinggi ( terburuk ) terjadi pada perjalanan menuju zona 14 ( PRPP ) ,terendah ( terbaik )terjadi pada perjalanan menuju zona 1 ( Pasar Johar ). Total Waktu Perjalanan Rata — Rata Dengan Angkutan Umum Terendah -( terbaik ) terjadi pada perjalanan dari zona 7 ( Tugu Muda ) 19,35 menit , Tertinggi ( terburuk ) terjadi pada perjalanan dari zona 8 ( Tanah Mas ) 36,65 menit. Meskipun demikian tingkat aksesibilitas masing — masing zona sangat dipengaruhi oleh besarnya bangkitan perjalanan dari setiap zona sehingga zona dengan jumlah bangkitan perjalanan tinggi akan mempunyai indek aksesibilitas yang tinggi pula. Dad basil analisis , zona 13 ( Kali Banteng ) mcmpunyai indeks aksesibilitas tertinggi 14164,68 sedangkan zona 14 ( PRPP ) mempunyai indek aksesibilitas terburuk. Indek aksesibilitas rata — rata daerah didaerah pone! itian adalah 6767,3.
Panduan DOWNLOAD Kumpulan Skripsi super lengkap mulai dari cover, halaman pendahuluan, BAB I s.d BAB VI, penutup, lampiran, sampai daftar pustaka dan lampiran. Skripsi TA Arsitektur ANALISIS TINGKAT AKSESIBILITAS DENGAN ANGKUTAN UMUM REGULER DI KOTA SEMARANG.






0 komentar:
Posting Komentar