Dengan aktifitas yang padat dan melelahkan tersebut, masyarakat kota banyak yang merasakan jemu, lelah, dan stress. Di lain hal, tingkat ketertarikan masyarakat kota Medan terhadap masakan – masakan sangatlah tinggi, begtu juga dalam hal memakan masakan dan mencoba masakan – masakan baru yang tersedia di kota Medan. Hal ini mendorong berkembangnya bisnis restoran – restoran yang menyajikan masakan – masakan yang beraneka ragam. Kita dapat menjumpai berbagai jenis kuliner khas suku masyarakat seperti masakan khas Cina, Sunda, Batak, Melayu, dan lain – lain sebagainya.
Di salah satu pusat kota sendiri terdapat tempat yang banyak menjual makanan khas India baik yang dijual sendiri oleh masyarakat Tamil maupun bukan. Masakan khas India terkenal akan cita rasanya yang membuat lidah para penikmat merasakan rasa yang manis, enak, dan bahkan beberapa rasanya pedas. Sekitar dua tahun yang lalu tepatnya tanggal 17 Juli 2008, Pemerintah Kota Medan serta DPD Kota Medan telah mensahkan kawasan perkampungan India di kota Medan yang dahulu disebut sebagai Kampung Keling menjadi Kampung Madras.
Bahkan beberapa trayek angkutan kota yang bertuliskan Kampung Keling telah diubah namanya menjadi Kampung Madras. Sejak pengesahan nama tersebut, martabat dan nama masyarakat Tamil sendiri telah terangkat dan banyak dikenal oleh masyarakat dan ini membuat pusat penjualan makanan di kawasan tersebut meningkat. Sejalan dengan itu, Pemko Kota Medan dan masyarakat Kampung Madras telah berencana untuk mengubah nama Jalan Teuku Cik Ditiro yang merupakan anak jalan dari Jalan KH Zainul Arifin menjadi Jalan Little India. Jalan ini kemudian akan direncanakan untuk ditutup secara umum dan dijadikan pusat kuliner atau jajanan malam yang menjual makanan khas India.
Panduan DOWNLOAD Kumpulan Skripsi super lengkap mulai dari cover, halaman pendahuluan, BAB I s.d BAB VI, penutup, lampiran, sampai daftar pustaka dan lampiran. Skripsi TA Arsitektur Indian Festival Walk: Integrasi Ruang Luar dan Dalam.






0 komentar:
Posting Komentar