Kota Semarang sebagai Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah, selain sebagai pusat pemerintahan, juga merupakan pusat aktivitas masyarakat yang tumbuh menjadi embrio terbentuknya Kota metropolitan dengan berbagai karakter khasnya, terutama ditunjang dengan laju pertambahan jumlah penduduk yang meningkat pesat, tingkat perekonomian yang semakin menguat, dam budaya metropolitan yang semakin memasyarakat. Kemudian dengan seiring fenomena tersebut, intensitas kesibukan dan mobilitas masyarakat di Kota Semarang turut meningkat, serta pembangunan fasilitas baru di berbagai bidang juga semakin gencar, baik dalam usaha pemenuhan kelengkapan sarana-prasarana, maupun untuk fungsi pencitraan dan perwajahan kota.
Kota Semarang memiliki jumlah anak – anak mencapai 269.152 jiwa, yaitu sekitar 19,37 % dari total penduduk (Biro Pusat Statistik Jawa Tengah, Kota Semarang Dalam Angka 2004). Jumlah yang cukup besar tersebut menunjukkkan pentingnya penyediaan fasilitas dan sarana prasarana khusus untuk proses tumbuh kembang anak, namun pada kenyataannya masih sangat sedikit fasilitas yang benar –benar representatif dan fasilitatif yang dapat mewadahi seluruh aktivitas tumbuh kembang anak. Kebanyakan fasilitas untuk anak – anak selain dari fasilitas pendidikan formal yaitu sekolah, masih tergabung dengan fsilitas untuk umu/keluarga/dewasa. Selain itu, peralatan dan perlengkapan dari fasilitas yang sudah ada tersebut, juga banyak yang belum memadai, baik secara kualitatif maupun kuantitatif.
Panduan DOWNLOAD Kumpulan Skripsi super lengkap mulai dari cover, halaman pendahuluan, BAB I s.d BAB VI, penutup, lampiran, sampai daftar pustaka dan lampiran. Skripsi TA Arsitektur KID CENTER DI SEMARANG.






0 komentar:
Posting Komentar