Di seantero dunia tumbuh kesadaran baru akan pentingnya kerjasama dalam berbagai bidang kehidupan, terutama dalam bidang ekonomi dalam rangka peningkatan harkat dan martabat manusia. Namun arus deras globalisasi pun membawa tantangan-tantangan baru bagi bangsa-bangsa di dunia Selain itu di negara-negara berkembang yang sedang mengalami transisi dari masyarakat tradisional-agraris ke masyarakat industri modern, seperti Indonesia pun timbul kekhawatiran serius akan terjadinya pergeseran nilai-nilai budaya yang mengarah pada krisis identitas budaya-budaya bangsa.
Falsafah ‘Bhineka Tunggal Ika’ menggambarkan bangsa Indonesia yang terdiri atas sejumlah suku bangsa yang tersebar di penjuru Nusantara dan membentuk ‘wilayah budaya’ yang berbeda-beda kondisinya. Setiap suku bangsa memiliki arsitektur tradisional sebagai wujud kebudayaannya yang bertumpu pada adat istiadat dan kepercayaan yang diyakininya.
Satu hal yang menggembirakan, di mana penduduk di kawasan pedesaan tetap setia menghuni rumah-rumah adat.Tatanan kehidupan kolektif yang mapan melahirkan keterikatan emosional dengan arsitektur tradisional. Namun derap laju pembangunan di segala bidang membawa serta pengaruh modernisasi ke wilayah pedesaan. Sangat disayangkan ‘demam modernisasi’ tanpa seleksi dan pengarahan seketika merasuki pola hidup penduduk desa. Bermunculannya rumah-rumah gaya ‘modern’ menyebabkan lingkungan pedesaan kehilangan identitas dan nuansa tradisional.
Panduan DOWNLOAD Kumpulan Skripsi super lengkap mulai dari cover, halaman pendahuluan, BAB I s.d BAB VI, penutup, lampiran, sampai daftar pustaka dan lampiran. Skripsi TA Arsitektur Medan Cultural Center (Arsitektur Neo-Vernakular).






0 komentar:
Posting Komentar