Oleh karenanya, pusat kota akan menjadi semakin padat dan perlu diupayakan optimalisasi lahan. Pembangunan juga diprioritaskan untuk bangunan yang bersifat vertikal. Kota Medan yang merupakan kota ketiga terbesar di Indonesia, yakni setelah Jakarta dan Surabaya, juga berupaya mengoptimalkan penggunaan lahan di pusat kotanya. Apalagi mengingat pertumbuhan penduduk kota Medan yang semakin tahun semakin meningkat, tentunya perlu diimbangi dengan penyediaan fasilitas untuk melayani kebutuhan kota. Selain itu, gaya hidup masyarakat yang modern dengan segala aktivitasnya menuntut adanya kemudahan, terutama dalam pencapaian, sehingga kebanyakan terpusat di kota.
Akan tetapi, kendala yang dihadapi adalah keterbatasan dan tingginya harga lahan di perkotaan, sedangkan kebutuhan akan berbagai fungsi bangunan di kota semakin meningkat. Untuk mengatasi hal tersebut, maka perlu suatu usaha untuk mengurangi kecenderungan penggunaan lahan yang tidak efisien dan efektif. Hal tersebut dapat diwujudkan melalui pembangunan yang mencakup berbagai fungsi dan kegiatan di dalamnya atau yang disebut multifungsi. Proyek multifungsi juga menjadi tren di kalangan pengembang besar seperti di Jakarta. Mereka menawarkan beberapa proyek sekaligus dalam satu lokasi yang umumnya berupa kawasan hunian yang dipadukan dengan pusat bisnis, kantor, dan pusat belanja. Hal ini tentunya sesuai dengan kebutuhan masyarakat zaman sekarang yang tinggal, bekerja dan berbelanja di satu tempat saja. Untuk mewujudkan konsep one stop business di pusat kota Medan, serta meningkatkan kegunaan lahan maka muncul gagasan untuk mewujudkan bangunan yang bersifat multifungsi di kawasan pusat kota, yaitu di jalan Palang Merah Medan.
Panduan DOWNLOAD Kumpulan Skripsi super lengkap mulai dari cover, halaman pendahuluan, BAB I s.d BAB VI, penutup, lampiran, sampai daftar pustaka dan lampiran. Skripsi TA Arsitektur Palang Merah Square: Variety in Responsive Environment.






0 komentar:
Posting Komentar