Ciater merupakan salah satu obyek wisata air panas yang mengandung kadar yodium dan belerang, bersumber dari Kawah Gunung Tangkuban Perahu. Kawasan wisata Ciater yang terkenal dengan sumber air panas serta lingkungan perkebunan tehnya merupakan kawasan yang diandalkan bagi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Subang di sektor kepariwisataan.
Hal ini dapat dibuktikan dengan tingginya jumlah wisatawan, baik wisatawan domestik maupun mancanegara yang berkunjung ke obyek wisata Sari Ater dalam 5 (lima) tahun terakhir menunjukkan peningkatan yang sangat pesat yaitu, dari jumlah 1.229.773 orang pada tahun 1997 menjadi 1.359.205 orang pada tahun 2001 dengan kenaikan mencapai 7,8% (Sumber : PT. Sari Ater Raya tahun 2002). Akan tetapi peningkatan jumlah wisatawan ini tidak diikuti dengan peningkatan sarana dan prasarana penunjang pariwisata. Hal ini mengakibatkan : Tingkat kenyamanan pengunjung berkurang akibat terlalu banyaknya pengunjung terutama pada hari-hari libur. Tingginya tingkat kemacetan lalu lintas yang disebabkan antrian pengunjung kawasan wisata Ciater menimbulkan gangguan lalu lintas regional Bandung – Subang. Kurangnya kapasitas parkir kendaraan, baik untuk kendaraan pribadi (sekelas sedan) maupun kendaraan umum (terutama bis), merupakan penyebab utama kemacetan tersebut. Bangunan kios yang disediakan cenderung berubah menjadi kumuh sehingga kurang menunjang fungsi obyek wisata Sari Ater yang telah memiliki pasaran internasional. Walaupun demikian, minat masyarakat dari dalam dan luar daerah Subang serta wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke kawasan Ciater tetap tinggi. Makin tingginya minat masyarakat untuk berwisata ke kawasan Ciater merupakan peluang yang harus dimanfaatkan, baik oleh pihak pengelola Ciaternya sendiri maupun oleh Pemerintah Kabupaten Subang dengan menyediakan berbagai sarana pendukung maupun dalam bentuk peningkatan pelayanan terhadap pengunjung.
Sehingga peningkatan jumlah pengunjung tersebut dapat dibarengi dengan peningkatan pelayanan sarana dan prasarana yang dapat menampung jumlah pengunjung yang datang ke kawasan wisata Ciater. Saat ini potensi-potensi wisata di Kabupaten Subang belum banyak memperhatikan kaidah-kaidah lingkungan seperti halnya mempertahankan kelestarian alam serta daya dukung lahan yang ada.
Dari uraian diatas, maka pengembangan kawasan wisata Ciater memang sangat diperlukan, dengan penekanan desain pada arsitektur yang memperhatikan lingkungan, sehingga didapatkan bentuk Pengembangan dari Kawasan Wisata Ciater yang berkualitas dan sesuai dengan keadaan lingkungan sekitarnya. Selain itu, diharapkan nantinya kawasan wisata Ciater dapat dijadikan sebagai obyek wisata yang berkelanjutan dan dapat dijadikan sebagai daya tarik bagi wisatawan baik dari kota Subang maupun dari luar kota Subang.
1.2. Tujuan dan Sasaran a. Tujuan Mengungkapkan dan merumuskan potensi obyek wisata Ciater Subang, yang nantinya dijadikan acuan untuk menyusun perencanaan dan perancangan pengembangan kawasan wisata Ciater Subang. b. Sasaran Penyusunan Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur (LP3A) dengan judul Pengembangan Wisata Ciater di Subang dengan berorientasi pada kegiatan kepariwisataan serta pelestarian alam (ekoturisme), sehingga nantinya didapat integrasi antara olahan wisata dan kelestarian alam
Panduan DOWNLOAD Kumpulan Skripsi super lengkap mulai dari cover, halaman pendahuluan, BAB I s.d BAB VI, penutup, lampiran, sampai daftar pustaka dan lampiran. Skripsi TA Arsitektur PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA CIATER DI SUBANG..






0 komentar:
Posting Komentar