Ikatan sosial diantara mereka sangat kuat dan agak menutup diri terhadap masyarat luar. Karakter budaya masyarakat ini tercermin pada lingkungan binaannya. Baik pada skala rumah, kelompok rumah maupun lingkungan. Sebagaimana dikatakan oleh Rapoport bahwa Rumah sebagai elemen utama dari Permukiman merupakan hasil karya bersama dari masyarakat yang dalam ungkapan fisiknya sangat dipengaruhi factor social budaya dari masyarakat tersebut (Rapoport, 1963). Tampilan arsitektur rumah tradisional Kudus mungkin merupakan salah satu bentuk rumah adat yang menarik di Indonesia, pola kelompok rumah dengan orientasi serta pencapaian yang unik, serta keberadaan masjid sebagai pusat kegiatan.
Makalah ini mencoba memberikan pemahaman tentang lingkungan permukiman yang khas dari satu komunitas masyarakat sebagi ungkapan nilai-nilai budaya setempat. Sejarah Kawasan Permukiman Kudus Kulon Sejarah kota Kudus banyak di kaitkan dengan sejarah perkembangan agama Islam di Jawa serta sejarah tentang Walisongo. Ja’far Shodiq, salah seorang Walisongo yang menjadi penghulu di Demak, diperintahkan oleh penguasa Demak untuk menyiarkan agama Islam di Kudus (Salam, 1977). Sebelum kedatangan Ja’far Shodiq telah lebih dulu datang seorang dari Yunan bernama Thee Ling Sing yang kemudian lebih dikenal dengan nama Kiai Telingsing. Bersama-sama dengan Ja’far Shodiq Kiai Telingsing membangun daerah kecil ini menjadi besar dan berkembang. Tampuk kekuasaan kemudian diserahkan pada Ja’far Shodiq.
Panduan DOWNLOAD Kumpulan Skripsi super lengkap mulai dari cover, halaman pendahuluan, BAB I s.d BAB VI, penutup, lampiran, sampai daftar pustaka dan lampiran. Skripsi TA Arsitektur PERMUKIMAN MASYARAKAT KUDUS KULON.






0 komentar:
Posting Komentar