Sementara sifat komposisi penduduk Indonesia dibeberapa daerah telah bergerak kearah struktur perkotaan, yang sebagian besar mata pencahariannya berorientasi pada industri dan perdagangan. Akibat yang ditimbulkan adalah membengkaknya jumlah pengangguran, menurunnya kualitas hidup, dan daya beli masyarakat. Setelah pergantian pemegang otoritas di negeri ini berlangsung, maka mulailah diadakan berbagai perbaikan. Perlunya penggiatan lagi sektor perdagangan dan industri dirasakan paling utama dibenahi untuk menggeliatkan Perekonomian Nasional.
Langkah yang harus yang harus diusahakan adalah mengerakkan lagi sektor riil, yaitu para pengusaha atau pedagang yang langsung bersentuhan dengan pasar dan konsumen dengan mengupayakan perbaikan kelancaran aliran distribusi stock sejumlah komoditi yang mengalami stagnasi karena turunnya daya beli masyarakat pada masa krisis. Hal yang tak kalah penting adalah memberikan kepastian pada dunia usaha mendorong munculnya kesempatan berinvestasi sebagai katalis percepatan perbaikan perekonomian. Telah terbukti bahwa para pengusaha kecil dan menengah lebih mampu survive dibandingkan para pelaku usaha yang lain, yang bergerak pada usaha besar dan menengah keatas.
Hal ini karena usaha kecil menengah berproduksi dengan kekuatan modal sendiri yang bermuatan local produksi lebih besar dan menyerap banyak tenaga kerja terampil, serta besarnya devisa yang dihasilkan karena lebih digemari oleh pasar ekspor, yang demikianlah yang menyebabkan usaha kecil menengah kalis terhadap krisis moneter. Perimbangan kewenangan pusat dan daerah yang diatur oleh UU Otonomi Daerah yang segera akan digulirkan, memberikan peluang kepada daerah untuk mengoptomalkan peanfaatan potensi daerahnya. Semarang sebagai ibukota Propinsi Jawa Tengah, menjadi barometer kondisi stabilitas keamanan Jawa Tengah (wawasan 28/7 2000) dan mempunyai peranan penting sebagai pusat administrasi dan pemerintahan, pusat perdagangan dan jasa dan pusat kegiatan industri. Selain itu sebagai gerbang kehidupan industri Jawa Tengah yang memiliki jumlah usaha kecil menengah yang terbesar di Indonesia, diharapkan akan semakin baik mengelola potensi perdagangan dan industri di daerahnya, dan menjadi tujuan pemasaran, promosi dan informasi peluang bisnis di Jawa Tengah.
Semarang juga menjadi salah satu barometer bagi kalangan pebisnis, baik local maupun nasional untuk menjadi batu loncatan kalangan pebisnis untuk mencari aman (wawasan Rabu 9/8 2000). “Potensi besar yang dimiliki Semarang adalah adanya pelabuhan terbesar ketiga setelah Tanjung Priok dan Tanjung Perak, ini kesempatan, saying kalau tidak dimanfaatkan sebaik-baiknya. Kegiatan perekonomian harus berkembang di sini.” (Dr. Haro von Eden, Executive Directore CCI Hodhheirn Bodensee Jermen – Jawa Pos, Sabtu 10/6 2000). Semarang sebagai kota perdagangan, ternyata masyarakatnya kurang memahami terhadap beragam produk, kegiatan dan jenis industri dan perdagangan karena kurangnya informasi untuk itu.
Hal ini intensifnya penyelenggaraan kegiatan promosi tersebut Pengadaan sarana promosi dan informasi produk perdagangan akan menjadi ajang pertemuan antara produk dan konsumen, untuk membuka wawasan dan apresiasi produk bagi konsumen akan beberapa jenis produk, tentunya dengan segala kemudahan untuk mengaksesnya. Arena promosi dan informasi ini juga akan menjadi arena bagi para produsen atau investor untuk bertemu bekerja sama dan membuka peluang bisnis. Keberadaan pengusaha kecil menengah diupayakan dapat berperan dan tidak hanya pengusaha menengah keatas untuk memberi jaminan keberlangsungan arena promosi Oleh karena itu untuk menggiatkan dunia usaha dan perdagangan di Jateng perlu dihadirkan Sarana Pusat Promosi dan Informasi Perdagangan di Semarang.
Fungsi sarana ini diharapkan tidak sekedar sebagai fasilitas perdagangan semata, namun mampu tampil kontekstual dan menjadi katalis bagi perkembangan lingkungan sekitarnya. Maksud dan Tujuan dari pembahasan ini adalah untuk mempelajari, mengungkapkan, dan merumuskan masalah-masalah yang berkaitan dengan kegiatan perdagangan di Jawa Tengah khususnya yang berhubungan dengan Kota Semarang sebagai lokasi obyek perancangan. Sedangkan tujuan dari pembahasan ini adalah untuk mengahsilkan sebuah pedoman perancangan bangunan Pusat Promosi dan Informasi Perdagangan di Jawa Tengah
Panduan DOWNLOAD Kumpulan Skripsi super lengkap mulai dari cover, halaman pendahuluan, BAB I s.d BAB VI, penutup, lampiran, sampai daftar pustaka dan lampiran. Skripsi TA Arsitektur PUSAT INFORMASI PERDAGANGAN DI SEMARANG..






0 komentar:
Posting Komentar