Tak heran jika hampir seluruh negara di dunia ini berlomba-lomba untuk menggalang prestasi mengagumkan untuk jenis olah raga ini. Indonesia sebagai negara yang sedang berkembang juga berupaya untuk menggalang prstasi di bidang olah raga sepak bola. Semakin bertambahnya jumlah kompetisi intern maupun turnamen dalam rangka mencari pemain berbakat, menjadikan sepakbola sebagai salah satu olah raga yang popular dan berpotensi untuk dikembangkan. Hal inilah yang kemudian mengakibatkan semakin meningkatnya masyarakat Indonesia yang menjadikan sepakbola sebagai profesi hidup. Namun profesi sebagai seorang olahragawan tidak akan selamanya disandang.
Factor usia ataupun kecelakaan bisa menentukan kapan berakhirnya profesi tersebut. Pada tahun 1980an, PSSI memberikan jaminan kelangsungan hidup bagi para pemain berprestasi yang memutuskan untuk gantung sepatu, seperti Ribut Waidi, yaitu dengan memberikan gaji sebesar RP 50.000,- untuk seumur hidup. Namun kini persepabolaan Indonesia tidak memberikan jaminan apapun bagi pemain yang sudah pension ataupun cedera (Pengda PSSI Jawa Tengah). Maka dari itu, untuk menjaga kelangsungan hidup seorang pemain yang sudah tidak terpakai lagi, maka ia harus menjalani profesi lain yang mungkin jauh bereda dari profesinya dulu sebagai seorang olahragawan. Dari hal inilah maka pendidikan sejak dini bagi pemain sangatlah diperlukan sehingga ijasah yang dimilikinya tersebut akan bisa digunakan untuk mempertaruhkan hidupnya kelak. Pemerintah Indonesia meletakkan pendidikan sebagai pondasi kekuatan dan kecerdasan bangsa.
Panduan DOWNLOAD Kumpulan Skripsi super lengkap mulai dari cover, halaman pendahuluan, BAB I s.d BAB VI, penutup, lampiran, sampai daftar pustaka dan lampiran. Skripsi TA Arsitektur SEKOLAH MENENGAH PERTAMA SEPAKBOLA JAWA TENGAH DI SEMARANG.






0 komentar:
Posting Komentar