Perbedaan tersebut antara lain tidak terdapatnya ruang pendopo serta pringgitan dalam rumah tradisional Kudus, sebagai gantinya terdapat Jogosatru sebagai pengembangan dari emperan dari Rumah Jawa. Karakter khas ini berkaitan dengan budaya masyarakat setempat sebagai pedagang santri. Satu masyarakat pesisiran golongan pedagang penganut islam puritan. Rumah tradisional Kudus kondisinya pada saat ini amat memprihatinkan karena hampir habis dijual dengan berbagai macam alasan. Oleh karena itu sangat penting pemahaman tata ruang rumah tradisional Kudus sebagai bagian dari apresiasi dan konserfasi kekayaan budaya lokal. Kata kunci: tata ruang; rumah; tradisional Latar Belakang Koentjaraningrat dalam bukunya Kebudayaan Jawa (1984) membagi kebudayaan Jawa menjadi beberapa wilayah kebudayaaan, yaitu: Banyumas, Bagelen, Nagarigung, Mancanagari, Sabrang Wetan dan Pesisir.
Pembagian ini berdasarkan keragaman yang sifatnya regional. Keragaman budaya ini tentunya juga akan dijumpai pada bentukan arsitektur. Pemahaman tentang kebudayaan Jawa serta arsitekturnya selama ini lebih mengacu pada kebudayaan pedalaman (Nagarigung) sementara kebudayaan Pesisiran masih sedikit mendapatkan perhatian. Dari pembagian yang diutarakan Koentjaraningrat di atas tersirat cara pandang yang berpusat pada kerajaan-kerajaan Jawa di Solo dan Jogya. Kebudayaan veodal dengan basis pertanian serta agama Islam yang sinkretik seolah menjadi wakil dari kebudayaan Jawa.
Dalam bentukan bangunannya arsitektur rumah Joglo dari raja maupun bangsawan menjadi rujukan dari arsitektur Jawa. Di sisi lain kebudayaan Pesisiran sebagai bagian keragaman budaya Jawa memiliki karakter yang tidak kalah menarik sesuai dengan kondisi setempat, demikian pula tampilan arsitektur bangunannya. Kudus merupakan salah satu daerah pesisiran yang memiliki corak kebudayaan yang unik.
Panduan DOWNLOAD Kumpulan Skripsi super lengkap mulai dari cover, halaman pendahuluan, BAB I s.d BAB VI, penutup, lampiran, sampai daftar pustaka dan lampiran. Skripsi TA Arsitektur TATA RUANG RUMAH TRADISIONAL KUDUS.






0 komentar:
Posting Komentar